PASKAH, Tanda Kehidupan Baru

Hari sudah mulai gelap dan udara terasa sejuk. Umat mulai berbondong-bondong memasuki pintu gerbang Plaza Amsterdam. Pada 31 Maret 2018, umat Paroki Santa Maria Fatima, Babakan Madang, Sentul City, Bogor, merayakan Hari Raya Paskah, bersama seluruh umat Kristiani di seluruh pelosok dunia.

Misa Malam Paskah dimulai tepat pukul 19.00, dipimpin oleh Pastor Paroki RD. Ign. Heru Wihardono dan dibantu oleh Frater Galih. Sekitar 700-an umat memenuhi ruang Gereja, baik lantai 1,lantai 2 maupun yang di bawah tenda di depan Ruko Plaza Amsterdam.

Misa Malam Paskah dibagi dalam tiga bagian utama, yakni Upacara Cahaya, yang menggambarkan Tuhan Yesus yang bangkit dari kubur merupakan Cahaya yang menerangi kegelapan dan kekelaman dunia, dimana maut dan dosa dikalahkan dan dunia dilimpahi kasih serta keselamatan Allah. Upacara Cahaya berlangsung di bawah tenda, kemudian Imam bersama Frater yang membawa lilin Paskah, misdinar dan pro-diakon, bergerak menuju altar di lantai 1. Bagian kedua adalah Liturgi Sabda. Pada bagian ini umat diajak untuk merenungkan karya-karya istimewa Allah bagi umat manusia sejak awal mula, umat mendengarkan bacaan-bacaan Kitab Suci mulai kisah Penciptaan hingga bacaan Injil.

Menurut Romo Heru, seharusnya ada tujuh bacaan, namun Gereja mengijinkan untuk hanya mengambil tiga bacaan pokok. Bacaan pertama mengisahkan bagaimana Allah menciptakan manusia, pria dan wanita, dan karya ciptaanNya, dan semuanya diciptakan dengan “amat sangat baik.” Bacaan kedua mengisahkan bagaimana bangsa Israel yang menyeberangi Laut Merah dan diselamatkan oleh Tuhan dari serangan musuh. Kemudian bacaan Injil tentang Kebangkitan Kristus.

Bagian ketiga adalah Liturgi Ekaristi mengingatkan seluruh umat Allah yang telah dilahirkan kembali diundang ke Meja Perjamuan yang telah disediakan oleh Tuhan bagi umatNya sebagai kenangan atas kematian dan kebangkitanNya.

Romo Heru mengawali kotbahnya dengan mengucapkan Selamat Paskah kepada seluruh umat dan mengajak umat untuk bersukacita karena Kristus bangkit. “Saya ucapkan Selamat Paskah. Kita bersukacita hari ini karena Kristus Bangkit. Kristus bangkit berarti tanda kehidupan baru,” ujar Romo Heru. Romo Heru juga mengajak umat untuk mengambil hikmah dari kisah tentang umat pilihan Allah, bangsa Israel, diselamatkan dari serangan musuh. Kisah umat pilihan Tuhan yang diselamatkan dari serangan pasukan Mesir menunjukkan bahwa bila Tuhan bertindak, hal yang mustahil bisa terjadi. Romo Heru juga mengajak umat untuk membuat komitmen baru untuk memulai hidup baru.

“Demikian juga dalam kehidupan kita. Pada saat hidup kita berada dalam keadaan gelap, kelam dan sepertinya tidak ada harapan, kalau Tuhan bertindak, semuanya bisa terjadi. Inilah yang membawa kita pada peristiwa Paskah,”ujar Romo Heru.

“Dengan kebangkitan Kristus, mari kita juga bangkit dalam hidup kita, dengan semangat baru dan dengan hati yang baru. Kita bangun kehidupan keluarga kita dengan semangat yang baru, supaya sukacita kebangkitan itu semakin nyata dalam hidup kita.”

“Kalau sukacita kebangkitan semakin nyata, maka hidup kita akan optimis terus. Sesulit apapun hidup kita, kita akan maju. Seberat apapun persoalan, akan kita hadapi, karena kita percaya Tuhan bekerja untuk kita. Tuhan melindungi dan menjaga kita seperti bangsa Israel pada waktu itu. Kalau Tuhan bertindak maka semuanya akan membawa sukacita untuk kita.”

Khidmat dan Meriah
Secara umum, rangkaian perayaan Paskah pada akhir Maret-awal April lalu, mulai dari Minggu Palma, berlanjut ke Kamis Putih, Jumat Agung dan puncaknya pada perayaan Kebangkitan Kristus pada Misa Malam Paskah dan Misa Paskah pada hari Minggu pagi, berjalan lancar, aman dan meriah. Sekitar 700-an umat Paroki Santa Maria Fatima mengikuti rangkaian Perayaan dengan penuh khidmat dan suasana sukacita.

Minggu Palma
Pada minggu Palma (25 Maret), Misa dimulai tepat pukul 08.30, Diawali dengan
pemberkatan daun Palma di bawah tenda biru di depan Gereja. Setelah pemberkatan daun palma, umat secara tertib memasuki ruang Gereja dan sebagian umat bertahan di bawah tenda yang telah disiapkan panitia. Maklum, seiring dengan bertambahnya umur Paroki, yang tahun ini memasuki usia yang ke-11, jumlah umat pun semakin bertambah.

Pada hari-hari raya seperti Paskah dan Natal umat yang menghadiri Misa biasanya lebih banyak karena ada umat yang tidak menetap secara permanen di Sentul City, dan datang pada saat-saat tertentu saja.Romo Heru dalam kotbahnya mengajak umat
untuk berkomitmen untuk menjalani hidup dengan konsisten dan semakin baik. “Sesulit apapun kehidupan berkeluarga, harus tetap konsisten sesuai yang dijanjikan. Jangan sampai memuji, tapi berikutnya menyalibkan (pasangan).”

“Peristiwa Palma mengajarkan kita agar dalam mengikuti Kristus, kita berjanji untuk mendidik anak, menjadi orang Katolik, berjanji untuk terus-menerus menata hidup dan masa depan kita agar semakin baik, dan agar kita terus menerus berjalan di jalan Tuhan,” ujar Romo Heru.

Kamis Putih
Misa Kamis Putih tanggal 29 Maret dimulai pukul 18.30. Hal utama dari Perayaan Kamis Putih adalah upacara pembasuhan kaki dan Ekaristi, yang mengingatkan kembali Perjamuan Terakhir Yesus bersama kedua-belas muridNya. Pada saat pembasuhan kaki, kata Romo Heru, Yesus membungkukkan badannya. Ini menunjukkan kerendahan hati Yesus, padahal murid-muridNya berasal dari warga biasa.

Karena itu Romo Heru mengajak umat Paroki Santa Maria Fatima untuk merendahkan hati untuk ‘saling membasuh kaki’ dan melayani. “Membasuh kaki berarti memberi suatu komitmen baru, komitmen untuk saling melayani. Suami-Istri memberi yang terbaik, membahagiakan pasangan masing-masing,” ujar Romo Heru.

Jumat Agung
Pada hari Jumat Agung untuk mengenang sengsara dan wafat Tuhan Yesus, Perayaan dimulai tepat pukul 15.00. Romo Heru, dalam kotbahnya, mengajak umat untuk merenungkan kembali kisah sengsara Yesus dan bagaimana Yesus dengan tabah menghadapinya. “Keberhasilan Yesus terletak pada Kesetiaan yang luar biasa kepada Bapa. Walaupun Ia melalui proses penderitaan yang luar biasa, Ia tetap setia kepada Bapa.”Romo Heru mengajak umat juga untuk setia pada janji dan komitmen yang telah dibuat, mengingat dewasa ini begitu banyak orang orang sulit untuk setia, bahkan menjual kesetiaan itu untuk kesenangan diri. Yesus, lanjut Romo Heru, mencintai kita, bahkan Ia rela mati untuk menebus dosa kita. “Dosa kita ditebus dengan darahNya dan dengan kematianNya karena cintaNya kepada kita, supaya kita semua nanti hidup bahagia bersama Bapa.”

Paskah
Rangkaian Liturgi Paskah berjalan dalam suasana penuh khidmat. Lagu-lagu yang dibawakan oleh koor pada setiap Misa turut memeriahkan rangkaian Liturgi selama Paskah. Pada Misa Malam Paskah, koor dipersembahkan oleh Paroki SMF (koor gabungan) dan pada Minggu Paskah pagi koor dipersembahkan oleh lingkungan St. Katarina. Kelancaran Perayaan Paskah juga tidak terlepas dari partisipasi aktif Misdinar dan Putra-Putri Altar (PPS) yang berjumlah kurang lebih 45 orang. Mereka bertugas secara bergantian mulai Minggu Palma hingga Perayaan Vigili Paskah dan Misa Paskah pada hari Minggu pagi. Romo Heru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka yang membanggakan.

Hampir semua umat Paroki terlibat dalam seluruh rangkaian Perayaan Prapaskah dan Paskah, baik sebagai anggota panitia Paskah, lektor-lektris, prodiakon, misdinar dan petugas PPS, persembahan dan TTK, Koor, donatur atau dengan caranya sendiri. Pada masa pra-Paskah, umat mengikuti berbagai kegiatan liturgi, yakni Rabu Abu,Jalan Salib dan Ibadat Tobat.Kelancaran Perayaan Paskah tentu saja tidak
terlepas dari partisipasi seluruh umat. Dan itu diakui oleh Ketua Panitia Paskah Pak Suyono dalam sambutannya pada Malam Paskah.

Selamat Paskah!
Semoga Paskah Membawa Hidup Baru!

Oleh : Roffie Kurniawan
Foto : Tim Dokumentasi Paskah

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s