Mari Menjadi “Prodiakon” Dalam Keluarga Masing-Masing

Misa pada hari Minggu, 13 Mei 2018, terasa spesial karena pada hari itu Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur berkenan hadir memimpin Misa sekaligus melantik 25 Prodiakon Paroki Santa Maria Fatima – Sentul City periode 2018-2021.

Ke-25 Prodiakon tersebut dipilih langsung oleh Pastor Paroki RD. Ign. Heru Wihardono dan telah diberi pembekalan oleh Romo Heru dan Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor, RD. Christophorus Tri Harsono. Sebagai Prodiakon, mereka akan bertugas membantu pelayanan Gereja diantaranya membantu penerimaan komuni suci dalam Perayaan Ekaristi, mengirim komuni untuk orang sakit atau lansia, memimpin doa, memimpin ibadat sabda, memberikan renungan dan melaksanakan tugas khusus dari uskup atau Pastor Paroki.

Pelantikan para Prodiakon dilakukan setelah Bapa Uskup memberikan Homili. Nama-nama prodiakon kemudian dibacakan dan dilanjutkan dengan pengucapan janji. Setelah mengucapkan janji, Bapa Uskup memberkati alba dan single, busana liturgi yang dikenakan oleh mereka saat bertugas.

Mgr. Paskalis, dalam homilinya, mengajak para Prodiakon dan umat untuk hidup suci dalam kehidupan sehari-hari, sesuai panggilan hidup masing-masing, baik sebagai kepala keluarga, orang muda Katolik (OMK) atau sebagai anak.

“Hidup suci itu berarti hidup mengikuti Yesus, hidup dengan cara hidup Yesus. Dan hidup dengan cara Yesus berarti hidup berdoa“

“Berdoa bagi kita amat melekat pada keberadaan kita, pada predikat kita karena kita adalah orang Katolik, orang yang dibabtis dalam nama Yesus itu sendiri. Jadi berdoa menjadi bagian penting dalam hidup kita. Berdoa tidak lagi karena saya butuh atau saya perlu, tapi menjadi bagian dari hidup saya,” ujar Bapa Uskup.

Berdoa itu tidak cukup dilakukan sendiri di rumah. Kadang-kadang ada yang berargumentasi, cukuplah kita berdoa di rumah saja dan tidak perlu mengikuti perayaan Ekaristi bersama umat lain. ”Itu juga tidak tepat. Yesus sendiri memberikan kesempatan kepada kita mengikuti Ekaristi. Maka Ekaristi itu merupakan kesempatan bagi kita untuk bersama-sama menjalankan apa yang dilakukan Yesus,” ujar Mgr. Paskalis.

Mgr. Paskalis juga mengajak umat untuk saling mengasihi dalam kehidupan bersama, karena Allah telah lebih dulu mengasihi kita. “Haruslah kita saling mengasihi, karena Allah itu mengasihi kita, karena Allah itu adalah Kasih.”

Tampak ada suasana sukacita dalam perayaan Misa Kudus hari itu, tidak hanya para Prodiakon, keluarga para Prodiakon, Imam atau Bapa Uskup tapi juga semua umat Paroki.

Bapa Uskup mengajak umat untuk menjadi ‘Prodiakon’ sesuai kapasitas masing-masing. “Kita semua dipanggil untuk hidup suci. Dan, itu bisa kita lakukan dengan mengikuti Yesus sendiri yang mengajarkan kepada kita untuk berdoa,
untuk mengasihi dan untuk membangun persekutuan dengan sesama.”

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s